Jumat, 14 Maret 2014

Info : Pemantapan Pramuka Inti Tahun 2013/2014

Yahoo, Minna-san! :D Wah, Kitsune ngrasa seneng banget waktu tanggal 2 Maret kemaren! :D Yak, hari itu merupakan event terakhir yang diikuti oleh Pramuka Inti masa bakti 2012/2013. Walaupun event terakhir, acaranya tetep seru, kok :) Mau tahu apa aja dan bagaimana acaranya? Langsung saja kita ke TKP ;) *ambil kamera* *nyeret kameraman*





Ini dia susunan kegiatan Pemantapan Pramuka Inti pada hari Minggu, 2 Maret 2014 :D
(NB : Jadwal yang paling bawah itu KIM). Dari sinilah Kitsune yang sebagai Seksi Dokumentasi (atau lebih tepatnya juru foto) beraksi xD





Apel pembukaan Pemantapan Pramuka Inti dengan Kak Haryanto (Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Sukoharjo) sebagai pemimpin apel :)


 Persiapan kegiatan pertama : Semapore dan Sandi :D

 Yak, semapore-nya sudah dimulai, bung! xD *digampar*
Ciee, Kak Sasmita (Pratama Putri masa bakti 2012/2013) yang baru maen semapore :D


Ayo, adik-adik, yang semangat ngerjainnya, ya! :D Kitsune bantunya pake doa aja, ya! xD *dibantai*




Pos kedua : Sandi II! :D Udah banyak yang sampai ke pos, nih! Ganbatte, nee! ;)







Ini dia perjalanan adik-adik pramuka inti yang berhasil Kitsune dapetin :D (juga dengan bantuan teman-teman lain tentunya, terutama Kak Dhina xD *ditabok*)
Ayo semangat! :D Sekalian olahraga, lho! xD




 Peta Pita selesai, dan sekarang waktunya Sandi III! :D


Dan inilah kakak-kakak pramti masa bakti 2012/2013 yang menjaga (?) meja sekretariat :D
(Dari kanan ke kiri : Kak Bella, Kak Ella, Kak Yunita)






Tibalah kita di sesi menaksir! Yang ini menaksir lebar sungai, walau cuma sungai jadi-jadian, sih -_- Yah, mau gimana lagi? Masa harus mindahin sungai ke sekolah? ==" (Eh, Kak Risang ngapain tuh bawa-bawa sepeda ke situ? O.o)



Kalau yang ini menaksir tinggi pohon (?) :D (Maaf, Kitsune nggak hafal jadwalnya xD *digampar*)




Saatnya nggambar-nggambar! :D Kali ini jadwalnya adalah peta lapangan dan peta panorama. Gambarnya yang bagus, ya! ;)





Ini dia kegiatan yang paling Kitsune sukai! :D Yap, morse! :3 Yak, kali ini Kak Sasmita lagi yang pegang bendera morse :D Ayo, adik-adik, jangan sampai salah ngebedain kibaran pendek sama kibaran panjang, ya! :)

Di tengah-tengah keseriusan morse, dua orang ini malah narsis sendiri -_-
(Dari kanan ke kiri : Kak Zulfa sama Kitsune)





Saatnya makan! :D (kok malah semangat, ya? ==")
Itadakimasu! :D





Yak, adik-adik pramti ini sedang mengerjakan tes Tekpram, PP, dan PU
Semangat, ya! ^^







Wah, acara terakhir, nih :D Buat menghemat waktu, KIM, PBB, sama Pionering diselenggarakan dalam satu waktu (dan bergiliran). Ayo, ayo! Yang semangat, ya! Biar cepat selesai dan cepat pulang :D #lho? *ditabok*





Yak, itulah kegiatan kami selama satu hari penuh :D Seru, 'kan? :D Bener, deh, acara kali ini seru banget! :) Kira-kira kalau SMA ada event yang mirip kayak gini nggak ya? O.o Jadi sedih, nih :'
Well, Kitsune pamit dulu, nee! :D Terima kasih buat semuanya :) Love you, Pramuka! Love you, Elma Buana! Love you, kakak-kakak pembina! Love you, kakak-kakak, temen-temen, dan adik-adik pramti! Love you all! :') :*

Selasa, 11 Maret 2014

Lyric : Kelly Sweet - Je T'aime

Yahoo! :D Waduh, udah berapa lama, ya, Kitsune absen nggak nulis di blog? O.o *lirik postingan terakhir* Yah, ini gara-gara Kitsune kena virus write block, sih -_-a (maafkan author yang tidak bertanggung jawab ini m(_ _)m )
Yak, kali ini Kitsune mau ngeshare lirik lagunya Kelly Sweet - Je T'aime, nih! :D Lagunya sedih, tapi ngena banget :'( Pertama kali Kitsune tahu lagu ini tu dari video yang tribute-nya Francis Bonnefoy sama Jeanne d'Arc (dari Hetalia Axis Powers) Waa, banjir air mata tuh waktu itu T-T Kalau gitu, kita langsung ke TKP aja, ya! :'D





Kelly Sweet - Je T'aime

Je t'aime
Je t'aime toujours
I am forever yours

Sweet dreams
Sweet dreams mon cher
You're always in my prayers

Softly
Sweetly
Wrapped up in heaven's arms

Sailing
Soaring
Over the moon
Gathering star dust

Be still
Be safe
Be sure

Je t'aime
Je t'aime toujours

Wishing
Praying
All of your dreams come true

Please remember
Where you are
My heart is with you

Sweet dreams
Sweet dreams mon cher
Always in my prayers

I am forever yours
Je t'aime
Je t'aime toujours





Gyaa! Francis, kasihan sekali kamu :'( *ditabok* Entah kenapa kok lagu ini pas banget sama kisahnya Francis X Jeanne, ya? O.o Ah, biarlah. Kitsune sih cuek xD *diseret* *dimasukin sumur*
Well, Kitsune pamit dulu, nee! :D Doain biar Kitsune nggak kena write block lagi xD *dibantai* Ja, hona naa~ ^^)/

Sabtu, 01 Maret 2014

Story : Iroiro Arigatou, nee!

Konbanwa, Minna-san! :D Entah kenapa Kitsune baru semangat nulis, nih! :D :3 *dijitak* Yak, story buatan Kitsune kali ini terinspirasi oleh lagu GUMI-chan yang judulnya Kimi ni Gomen ne :D Karena Kitsune baru kurang kerjaan, jadinya bikin cerita, deh xD *ditimpuk sendal* Selamat membaca! :D




Iroiro Arigatou, nee!

            Maaf, diriku ini begitu egois.
            Maaf, diriku ini begitu bodoh dan kekanakan.
            Maaf, diriku yang egois, bodoh, dan kekanakan ini sangat menyukaimu.


            Sinar mentari musim panas menerobos jendela kelas yang sederhana ini. Mataku menyapu sekeliling. Aku mendesah panjang dan menopangkan dagu. Dua menit lagi pelajaran tambahan musim panas akan dimulai, sedangkan orang yang kutunggu-tunggu tak kunjung datang.
            Tepat setelah bel masuk berbunyi, pintu belakang kelas menjeblak. Yuzu berdiri di sana dengan napas tak teratur. Mungkin ia berlari di sepanjang jalan menuju sekolah. Tapi syukurlah dia datang hari ini.
            Rasa legaku mendadak lenyap ketika Miki menghampiri Yuzu dan menyapanya. Ia bertanya. “Yukkun terlambat lagi, ya?” dengan suaranya yang lembut disusul dengan senyum menyilaukannya.
            Yuzu tertawa. “Tidak, kok! Buktinya sensei belum masuk ke kelas,” jawabnya. Wajahnya bersemu merah. Ah, hatiku nyeri melihat pemandangan itu. Aku tahu Yuzu yang sangat kukagumi itu tak mempunyai rasa padaku. Aku tahu Yuzu yang baik hati dan sempurna menyukai Miki yang cantik dan memiliki senyum manis itu. Aku tahu itu, tapi sisi egoisku menyangkalnya. Itulah yang membuatku bertahan selama ini.
            Tak lama kemudian, sensei memasuki kelas. Setelah berbasa-basi sedikit, beliau melanjutkan pelajaran. Tatapanku tertuju pada sensei yang sedang menulis di papan tulis, namun pikiranku melayang jauh menembus alam bawah sadarku.


            Hujan turun tak terduga di siang yang semula cerah ini. Awan hitam bergelut di angkasa seolah akan memuntahkan bergalon-galon air. Aku berdiri di depan pintu masuk sambil meratapi nasibku yang tak membawa payung hari ini.
            Setelah mengalami perdebatan panjang dengan diriku sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk pulang menerobos hujan dengan resiko basah kuyup sampai rumah dan kemungkinan akan terserang demam. Begitu aku akan berlari, seseorang dari belakang menahanku. Kutolehkan kepala, dan terlihat Yuzu yang sedang menahan lenganku.
            “Kau berani menembus hujan sederas ini?” tanyanya dengan suara lembut.
            Aku hanya berkata pasrah. “Aku tak punya pilihan lain...”
            “Kalau begitu, bagaimana kalau pulang bersamaku saja?” tawarnya.
            Eh? Apakah aku salah dengar? Atau aku sedang bermimpi? Baru saja Yuzu berkata...
            “Tenang saja, Hana. Kita searah, kok!” katanya. “Lagipula aku bawa payung yang cukup lebar, kok! Nih!” Yuzu mengacungkan payungnya yang berwarna putih dengan garis tepi berwarna hitam.
            Ingin aku berkata, ‘Tentu saja! Aku mau, kok!’ saat itu juga. Namun, entah kenapa aku merasa tak enak padanya. “Tapi, aku akan merepotkanmu...” ujarku kemudian.
            Yuzu tertawa. Ah, tawa itu...
            “Mana tega aku membiarkan seorang gadis berlarian di tengah hujan begini? Tentu saja aku tak merasa kerepotan!” jawabnya. Ah, Yuzu...
            Aku tetap terdiam di tempat. Ragu. Pulang bersama Yuzu atau berjalan menembus hujan sendirian? Sebelum aku memutuskannya, Yuzu membuka payungnya dan membimbingku untuk berjalan di sampingnya.
            Aku merasa bersyukur. Walaupun kami tak banyak bicara, aku tetap merasa senang. Terima kasih, Tuhan. Engkau telah memberiku kesempatan untuk berada di samping orang yang kukagumi walau hanya sebentar. Sebuah perasaan nyaman menjalari hatiku. Dinginnya hujan berubah menjadi hangat bagiku.
            Akhirnya kami sampai di depan rumahku. Aku membungkukkan badanku. “Terima kasih, Yuzu.”
            Yuzu tersenyum. “Tidak masalah. Lain kali bawa payung buat jaga-jaga, ya!” seru Yuzu sambil melambaikan tangannya, kemudian berlalu. Aku masih berdiri di teras sampai sosok Yuzu menghilang di belokan depan. Sekali lagi aku tersenyum. Hari yang mendung kali ini berubah menjadi cerah berkat dirinya.


            Kali ini akulah yang terlambat masuk ke kelas. Setelah meminta maaf pada sensei, aku langsung berjalan ke tempat dudukku. Aku meletakkan tasku di gantungan sebelah kanan mejaku kemudian menoleh ke arah Yuzu. Tatapan Yuzu tertuju ke arahku, namun tatapan yang teduh itu bukanlah untukku. Tatapan lembut Yuzu itu hanya untuk Miki seorang, dan bukan yang lain. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Sungguh, aku benci merasakannya.
            Bel istirahat pun berbunyi. Aku segera merapikan barang-barangku yang berada di atas meja dan beranjak keluar dari kelas yang mendadak terasa menyesakkan ini. Namun, niatku terbatalkan karena sebuah pertanyaan temanku.
            “Hei, Miki, kau berpacaran dengan ketua klub judo, ya?”
            “Benarkah itu, Miki?”
            “Beritahu, dong!”
            “Iya, beritahu kami!”
            Miki terlihat bingung akan hujatan pertanyaan itu. Tapi akhirnya ia menjawab dengan wajah bersemu merah, “Iya, baru dua hari ini...”
            Sementara teman-teman yang lain memberi selamat kepada Miki, aku menoleh ke arah tempat duduk Yuzu. Pemuda itu masih di sana. Raut mukanya tampak kaget begitu mendengar berita itu. Tanganku terkepal di sisi tubuhku. Tolong, jangan tunjukkan wajahmu seperti itu. Aku tak mau kau seperti ini. Aku ingin kau tersenyum. Tolong, jangan begini...
            Aku tak tahan lagi. Kutarik tangan Yuzu dan membawanya ke atap sekolah. Langit biru menghadang kami begitu kami sampai di atap. Aku pun melepaskan pegangan tanganku dan berdiri berhadapan dengan Yuzu. Aku akan mengatakannya. Ya, aku akan mengatakannya.
            “Aku suka...”
            Yuzu terlihat heran. “Hana...?”
            Aku mengangkat wajahku. Air mata sudah tiba di pelupuk mataku, bersiap-siap untuk menghujani pipiku. “Aku yang egois, bodoh, dan kekanakan ini menyukaimu, Yuzuru. Aku menyukaimu...”
            Ah, apa yang kukatakan? Aku menangkap kilatan kaget di mata Yuzu. Ia tampak terkejut. Reaksi apa yang akan ia berikan? Bagaimanakah hubunganku dan Yuzu setelah kata-kata tadi terucap? Masih samakah? Atau ia semakin menjauh? Ingin sekali aku menarik kata-kataku tadi.
            Sungguh akhir yang bisa kuduga. Yuzu membungkuk dalam-dalam. Suaranya lembut, tapi aku bisa merasakan rasa bersalah di dalamnya. “Terima kasih, Hana. Aku senang kau menyukaiku. Tapi, entah kenapa ada orang lain yang susah kulupakan...”
            “Miki, ‘kan?” tanyaku hati-hati.
            Yuzu mengangkat wajahnya, kaget. “Bagaimana kau...”
            “Aku sudah tahu, Yuzu.” Ah, aku sudah tak kuat menahan air mataku. “Aku sudah tahu.”
            Raut muka Yuzu kembali dihiasi oleh rasa bersalah. “Maafkan aku, Hana...”
            Aku menggeleng. Tolong, air mataku. Berhentilah mengalir. “Justru aku yang meminta maaf, Yuzu. Kata-kataku tadi pasti membuatmu semakin merasa terbebani...”
            “Hana...”
            “Satu lagi, Yuzu,” aku melangkah dan berdiri di samping Yuzu. “Terima kasih, untuk semuanya,” bisikku, kemudian melangkah pelan dan menuruni tangga. Aku tak kuat lagi menahan air mataku. Akhirnya aku berhenti dan duduk di sebuah anak tangga, menangis. Aku tahu Yuzu tak pernah menyukaiku. Aku tahu Yuzu menyukai Miki. Aku tahu semua itu. Tapi, bolehkah aku menyukaimu, Yuzu?
            Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah mendoakan kebahagiaanmu. Aku ingin kau tersenyum. Aku ingin kau tersenyum lagi seperti biasanya. Biarlah perasaan ini bertepuk sebelah tangan. Yang kunginkan hanyalah kebahagiaan dirimu seorang.

            Terima kasih, Yuzuru. Terima kasih...




Gyaaa! Terlalu shoujo! :o Saya nggak bakat kalau disuruh buat cerita Shounen T^T Nggak apa, lah, yang penting Kitsune udah berusaha xD *ditabok* Ja, sampai sini dulu, nee! :D See ya! :)

Jumat, 28 Februari 2014

Lyric : Hatsune Miku - Hirari, Hirari

Konnichiwa, Minna-san! :) Entah kenapa sejak kemarin Kitsune ngrasa sedih mulu :( Hontou ni gomen ne :'(
Ja, hari ini Kitsune mau ngeshare lagunya Hatsune Miku-chan yang judulnya Hirari, Hirari :) Fans Miku-chan pasti udah pada tahu lagu ini, kan? :)





Hatsune Miku - Hirari, Hirari

Romaji

Kisetsu kurikaesu tabi
Hotsureteku kizuna wo
Tsuyoku, tsuyoku daki shimete
Nakusanuyou

Kakaeta kotoba no omotasani
Ugoke nakunatte
Tada atatakana yume ni oboreteta
Kizukeba kimi wo miushinai

Tabane daki shimeteta sugata wo
Yaoragani chirashite akaku
Itai hodoni sore wa yakitsuite

Hirari hirari hirari

Sora e umi e dokoka tooku e
Kimi e hitohira demo todoku youni
Tsumugu kizuna no sono iro ga

Hirarira hirarirari

Itsuka kasureteiku omoi wa
Chira sareta setsuna ni saite
Kuchiruto shitte nao azayaka ni

Hirari hirari hirari

Nido to tsugerarenai kotoba mo
Kimi e saigo kurai todoku youni
Sotto ame noyouni furu koe

Hirarira hirarirari





Selesai! :) Ja, Kitsune pamit dulu, nee! :) Jaa nee! ^_^

Kamis, 27 Februari 2014

Anime : Hetalia Axis Powers

Konnichiwa, Minna-san! :D Hari ini entah kenapa Kitsune kangen sama Kiku-sama dan kawan-kawan :3 *dibantai Sebastian* Makanya hari ini Kitsune mau ngeshare Hetalia Axis Powers :D Mungkin yang nggak tertarik dengan sejarah bisa tergila-gila gara-gara nonton anime ini ;) *ditabok*






     Hetalia Axis Powers (ヘタリア Axis Powers Hetaria Akushisu Pawāzu) adalah sebuah webcomic, yang diadaptasi ke dalam seri manga dan anime oleh Hidekazu Himaruya (日丸屋秀和 Himaruya Hidekazu). Manga ini mengambil tokoh negara-negara yang dipersonifikasikan ke bentuk manusia yang bertingkah laku layaknya masyarakat khas negara itu. Fokus cerita Hetalia yaitu kejadian-kejadian politik dan sejarah, terutama masa Perang Dunia II. Kata Hetalia sendiri berasal dari gabungan kata hetare (ヘタレ) yang yang berarti "tidak berguna" dan Italia (イタリア) yang menggambarkan tokoh Italia yang pengecut dan tidak berguna selama Perang Dunia II. Anime Hetalia terbagi dalam 3 season yaitu Hetalia : Axis Powers, Hetalia : World Series, dan Hetalia : Beautiful World (Kitsune nontonnya baru sampai yang World Series, sih ==" *nggak ada yang tanya* *pundung di pojokan*).

     Cerita awal Hetalia mengisahkan tentang kejadian perang dunia I dan perang dunia II dimana terdapat tokoh Axis Powers, antara lain Italia, Jerman, dan Jepang. Sedangkan di pihak Sekutu ada Amerika, China, Inggris, Perancis, dan Russia. Tokoh-tokoh selain itu juga ada karena Hetalia juga menceritakan sejarah negara-negara tertentu yang seringkali diwarnai dengan humor dan satire. Negara-negara di Hetalia juga berhubungan satu sama lain sebagaimana hubungan ekonomi atau politik antar negara yang terjadi di dunia nyata.

     Yosh! Sekarang kita berkenalan dengan para karakter di Hetalia Axis Powers! :D *nyulik kameraman*

Blok Axis


Italia/North Italy (Feliciano Vargas, Seiyuu : Namikawa Daisuke)



     Inilah karakter yang paling menyukai pasta ==" Italia adalah cucu dari Kekaisaran Romawi dan mempunyai kakak bernama Romano (South Italy/Lovino Vargas). Italia selalu menempel pada Jerman dan kerap kali mengibarkan bendera putih saat terkepung oleh musuh (terutama saat negara-negara Axis terdampar di suatu pulau =="). Lagu ending Hetalia kerap kali dinyanyikan oleh Italia (dan entah kenapa itu selalu membuat Ookaminecchi ketawa -_-)

Jerman (Ludwig Beilschmidt, Seiyuu : Yasumoto Hiroki)



     Jerman adalah orang yang paling tegas dan disiplin di antara para tokoh Hetalia ini. Walaupun begitu, ia tetap dengan sabar mau membimbing Italia dan Jepang *fangirl mode on* *digampar* dalam latihan militer. Mungkin karena terlalu disiplin atau yang lain, Italia dan pasukannya pernah kabur saat menjalani latihan militer dengan Jerman =="

Jepang (Honda Kiku, Seiyuu : Takahashi Hiroki)



     Inilah karakter yang paling kawaii dan kakkoii di Hetalia! :3 *digampar Hai-niichan* *dilempari tomat* Jepang adalah karakter yang tenang, pekerja keras, dan tergolong dalam hikkikomori. Jepang tampak suka kucing (?) karena ia baru mau keluar dari kamar setelah mendengar bahwa Amerika membawa kucing saat berkunjung ke kediaman Jepang (kok sehati sama Kitsune, ya? ==" #plakk). Jepang digambarkan sebagai adik dari Cina (namun akhirnya membantah hubungan kakak-adik mereka) dan berteman dekat dengan Yunani (yang ini juga dibantah ==").

Blok Sekutu



Amerika/USA (Alfred Foster Jones, Seiyuu : Konishi Katsuyuki)



     Sama seperti Italia, Amerika juga menyukai makanan yang sering kita sebut sebagai hamburger itu. Amerika seringkali berkata, "Ore wa hero da!" atau yang sering diterjemahkan sebagai "Akulah pahlawan!" saat rapat. Amerika saat muda diasuh oleh Inggris *fangirl mode on lagi* *dibantai Sebastian*, namun melepaskan diri dan merdeka saat ia sudah dewasa (bagi yang mau menyaksikan, silakan lihat episode 'Pembersihan Gudang Amerika' :'( Mengharukan sekali! T^T). Mempunyai teman alien bernama Tony dan saudara dari Kanada.

Inggris (Arthur Kirkland, Seiyuu : Sugiyama Noriaki)



     Waa, karakter tsundere-nya akhirnya muncul! :D *digampar Arthur* Yup! Inggris memang karakter yang suka berbicara sarkastis tapi tsundere (bagi yang belum tahu apa itu tsundere, harap mencari di google atau yang lainnya). Inggris sangat hobi memasak, namun masakannya (maaf) selalu tidak bisa diharapkan *siap-siap kabur* (si Italia pernah mencicipi masakan Inggris dan berkata kalau itu tidak enak. Tapi kok waktu Amerika mencicipinya, dia malah biasa saja, ya? :/ Kitsune bingung :| ). Inggris mempunyai kemampuan spiritual (kalau masalah ini si Amerika selalu menertawakannya) dan sering mengutuk negara musuhnya (pernah dia mengutuk Amerika, tapi yang keluar dari lingkaran sihir malah Rusia =="). Inggris tampak bermusuhan dengan Prancis (sampai menyewa pulau buat berantem segala lagi -_- Haduuh...).

Prancis (Francis Bonnefoy, Seiyuu : Onosaka Masaya)



     Inilah karakter yang tawanya paling Kitsune benci -_- Berkebalikan dengan Inggris, masakan si Prancis ini begitu enak (dan pernah dijadikan senjata untuk membujuk Amerika agar mau menjadi adiknya, walau akhirnya Amerika lebih memilih bersama Inggris =="). Prancis juga menganggap Inggris sebagai musuh dan sering menertawakan kemampuan memasak Inggris. Karakter ini termasuk karakter yang paling 'glamor' di antara karakter Hetalia (bisa dilihat dari pakaian yang dikenakannya). Walaupun pakaiannya begitu elegan, Prancis jadi mudah dikenali oleh musuh karenanya (Prancis pernah berganti dengan pakaian lain hanya karena bajunya yang mencolok dan menjadi sasaran tembak musuh =="). Meski terkesan kurang serius dan santai, Prancis memiliki kisah yang mengharukan dengan Jeanne d'Arc (Kitsune juga sampai nangis waktu baca doujin Prancis x Jeanne :'( )

Cina/Chuugoku (Wang Yao, Seiyuu : Kaida Yuki)



     *Hai-niichan : fanboy mode on* *kabur sambil bawa laptop* Karakter ini digambarkan sebagai negara tertua dan menjadi sesosok kakak bagi keluarga Asia, khususnya Asia Timur. Ia menyukai barang-barang kawaii seperti panda atau Hello Kitty (Cina tampak kawaii saat berkata 'panda' :3 *Hai-niichan : fanboy mode on lagi* *sweatdrop*). Cina senang sekali memasak dan mempunyai hubungan pertemanan dengan Rusia *Sora-niichan : fanboy mode on* namun terbayangi rasa takut karena Rusia sering membuntutinya bahkan saat di rumahnya sendiri. Cina sering mengakhiri kalimatnya dengan kata -aru, tapi berubah menjadi -ahen saat berbicara dengan Inggris (menggambarkan Perang Opium). Pertama kali Kitsune liat Cina, Kitsune kira Cina itu cewek ==" Hai-niichan juga nganggep dia cewek dan berpikir kalau Cina punya kembaran cowok ==" (dan sampai sekarang Hai-niichan nggak percaya kalau Cina itu cowok -_-)

Rusia (Ivan Braginsky, Seiyuu : Takato Yasuhiro)



     *Sora-niichan : fanboy mode on* *siap-siap katana* Rusia digambarkan sebagai karakter yang paling tinggi dan besar di antara karakter Hetalia lain. Sebenarnya ia mempunyai senyum yang manis, namun karena ia adalah karakter 'yandere' (bagi yang belum tahu apa itu yandere, silakan cari di google atau yang lainnya), senyumannya itu berubah menjadi menakutkan >,< (jujur, saya sendiri juga takut >< Tapi kok Sora-niichan bisa tergila-gila sama Rusia, ya? :/ ) dan itu membuat negara-negara lain ketakutan (di akhir rapat Blok Sekutu, Prancis pernah bertanya pada Rusia-Kitsune lupa pertanyaannya. Pada awalnya Rusia menjawab dengan ekspresi biasa, namun akhirnya ia berkata dengan 'senyum manis' lengkap dengan 'background' berwarna hitam, ungu, dan biru tua ><). Tiga Negara Baltik (Lithuania, Latvia, dan Estonia) adalah bawahan Rusia yang takut pada Rusia sendiri (jujur, Kitsune merasa bersimpati sama mereka =="). Ia suka membawa kran pipa dan mengagumi bunga matahari. Mempunyai kakak bernama Ukraina yang sering memanggilnya Rusia-chan dan adik cantik bernama Belarus yang sering memintanya untuk menikah dengannya *Sora-niichan : jealous mode on* (sepertinya Belarus adalah satu-satunya karakter yang ditakuti Rusia ==")




Yosh! Akhirnya selesai juga! :D <= capek ngetik ==" Gomen ne, negara yang lain belum Kitsune posting :( Tapi kalo Kitsune ada waktu, bakal Kitsune post, kok! :) Ja, Kitsune istirahat dulu, nee! :D Jaa nee! (^_^)/